Langsung ke konten utama

Metode Mengajar Sesama Teman (Peer Teaching Method)





Metode mengajar ini dilakukan dengan cara berdiskusi, atau juga dengan presentasihasil diskusi. Kelompok menyampaikan materi hasil diskusi dan memberi kesempatan pada teman- temannya untuk bertanya. Kelompok menjawab setiap pertanyaan.
Ada saatnya seorang guru mengalami kebuntuan dalam memilih metode yang efektif untuk diterapkan pada proses pembelajaran dalam rangka mencapai kompetensi yang diharapkan dikuasai oleh
siswa. Walaupun metode pembelajaran beragam, menentukan metode mana yang paling sesuai untuk diterapkan bukanlah pekerjaan yang gampang. Disinilah sebenarnya seorang guru dituntut keprofesionalannya sebagai pendidik, pembimbing, dan pengajar.
Pada umumnya siswa akan sangat tertarik dengan hal-hal yang baru. Atas dasar inilah seorang guru harus jeli dalam memilih metode pembelajaran agar siswa tetap termotivasi dan antusias untuk belajar. Metode mengajar sesama teman (peer teaching methods) bisa dijadikan pilihan untuk memenuhi hal itu. Hanya saja jangan terlalu sering diterapkan karena kesannya, pembelajaran akan monoton dan akhirnya membosankan siswa.
Metode peer teaching adalah teknik menyampaikan materi ajar melalui rekan atau bantuan teman sendiri. Mulai dari pembahasan materi sampai penilaian juga dilakukan dari dan oleh siswa dalam kelompok itu sendiri (self-assessment dan peer assessment). Sedangkan untuk nilai akhirnya adalah penggabungan antara penilaian oleh guru dan teman sebaya. Dari defenisi tersebut, guru harus mampu memodifikasi metode peer teaching agar sesuai diterapkan untuk siswa SD (kelas tinggi) terutama pada bagian assessment-nya.
Pembelajaran kooperatif dengan teknik ini bisa dilaksanakan bersamaan dengan metode diskusi. Prasyarat untuk melaksanakan pembelajaran dengan metode peer teaching, di dalam kelas harus terdapat beberapa siswa yang cepat (pintar) dan semua siswa cenderung memiliki pengetahuan dasar yang relevan.

Langkah-langkah metode mengajar sesama teman (peer teaching methods)
  1. Guru menjelaskan topik, tujuan pembelajaran, dan langkah/kegiatan yang akan dilalui siswa
  2. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-6 siswa secara merata (tiap kelompok terdapat siswa yang pintar)
  3. Di dalam kelompoknya siswa belajar dari dan dengan sesama teman lain dengan cara yang saling menguntungkan serta berbagi pengetahuan, ide, dan pengalaman masing-masing.
  4. Setiap anggota kelompok dituntut memberikan tanggapan serta pendapat mereka sendiri yang nantinya akan disatukan dalam satu kesimpulan.
  5. Setiap kelompok merumuskan hasil diskusinya dalam satu kesimpulan atas dasar kesepakatan bersama.
  6. Beberapa menit kemudian (sekitar 20 menit) salah satu anggota masing-masing kelompok secara bergiliran mengajarkan hasil temuannya di hadapan kelompok lain.
  7. Setiap kelompok diminta memberikan tanggapan (kritik, saran, pendapat, pertanyaan, komentar, dll)
  8. Perbedaan pendapat didiskusikan sampai permasalahan terpecahkan
  9. Setiap masalah baru yang muncul dicatat oleh guru dan diberikan solusinya
  10. Guru memberi kesimpulan permasalahan dan pemecahannya, sehingga pemahaman setiap siswa seragam.
  11. Penilaian dilakukan oleh guru saat proses pembelajaran sedang berlangsung (terutama pada langkah 3)
Keunggulan metode peer teaching
  • Meningkatkan motivasi belajar siswa
  • Meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran
  • Meningkatkan interaktif sosial siswa dalam pembelajaran
  • Mendorong siswa ke arah berpikir tingkat tinggi
  • Mengembangkan keterampilan bekerja dalam kelompok
  • Meningkatan rasa tanggung jawab untuk belajar sendiri
  • Membangun semangat bekerja sama
  • Melatih keterampilan berkomunikasi
  • Meningkatkan hasil belajar
Kelemahan metode peer teaching
  • Memerlukan waktu yang relatif lama
  • Jika siswa tidak memiliki dasar pengetahuan yang relevan maka metode ini menjadi tidak efektif
  • Kemungkinan didominasi oleh siswa yang suka berbicara, pintar, atau yang ingin menonjolkan diri
  • Tidak semua guru benar-benar memahami cara masing-masing siswa bekerja di kelompok
  • Perlu dimodifikasi agar sesuai diterapkan pada siswa SD (teknik ini biasanya diterapkan di PT)
  • Memerlukan perhatian guru yang ekstra ketat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cooperative Script

Langkah-langkah Model Pembelajaran Cooperative Script. Menurut Dansereau CS, dalam buku Tukiran Taniredja mengemukakan bahwa terdapat langkah-langkah pembelajaran  Cooperative Script , sebagai berikut: Guru membagi siswa untuk berpasangan. Guru membagikan  wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar, menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap serta pendengar membantu mengingat/menghafal ide -ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti di atas. Kesimpulan siswa bersama-sama dengan guru. Penutup. Dari beberapa pr...

metode pembelajaran Resitasi

Metode pembelajaran Resitasi adalah suatu Metode mengajar dimana siswa membuat resume sendiri dengan kalimatnya sendiri. hal ini dikondisikan agar siswa memiliki pemahaman yang bersifat long term memory. tujuan utama dari metode ini , yaitu siswa mampu mencurahkan segala idenya melalui tulisannya sendiri berdasarkan pengetahuan dan pemahamannya yang didapat dari proses pembelajaran didalam kelas.  Pengertian Metode Pembelajaran Menurut Para Ahli Menurut B.S. Sijabat “Metode mengajar ialah cara atau prosedur dalam mengelola interaksi antara guru dan peserta didiknya bagi berlangsungnya peristiwa belajar.” Menurut W. Gulo, “mendefenisikan metode pengajaran adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran, metode pengajaran adalah alat untuk mengoperasionalkan apa yang direncanakan dalam strategi. Sedangkan menurut Azhar metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Ini berlaku bagi guru (metode mengajar), maupun bagi muri...

Metode Eksperimen

Metode eksperimen adalah sebuah penyajian pelajaran yang dimana para siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar dengan metode eksperimen ini, para siswa diberi kesempatan oleh guru untuk mengalami atau melakukan sendiri, membuktikan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek, keadaan, atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya itu. Media Eksperimen dibedakan menjadi dua, yaitu eksperimen yang terencana atau terbimbing dan eksperimen bebas 1. Metode eksperimen terbimbing adalah metode yang seluruh jalannya percobaan telah dirancang oleh guru sebelum percobaan dilakukan oleh siswa, baik dari langkah langkah percobaan, peralatan yang harus digunakan apa yang harus diama...